Jadilah Orang yang Optimis!

Setiap orang pasti ingin sehat, baik secara fisik maupun psikis. Jika untuk sehat secara fisik Anda melakukan olahraga, maka adakah olahjiwa untuk melatih kesehatan psikis Anda? Saya rasa salah satu ukuran untuk mengetahui kesehatan jiwa seseorang adalah dengan mengetahui seberapa besar rasa optimis yang ada pada diri dan kehidupannya.

Pada artikel ini, saya akan mencoba menulis bagaimana cara mengendalikan pikiran sehingga Anda akan merasa dahsyat dan hebat apapun situasi yang sedang Anda hadapi.

Kendalikan Reaksi dan Respon Anda
Ada tiga perbedaan dasar antara reaksi optimis dan pesimis. Pertama, orang optimis melihat masalah sebagai sesuatu yang bersifat sementara dan pasti akan berakhir, sedangkan orang pesimis melihat masalah sebagai sesuatu yang akan ada selamanya. Orang optimis tidak akan terpaku dan meratapi masalah dan kesulitan yang ia hadapi, ia yakin bahwa badai pasti berlalu. Jadi, masalahnya bukan pada masalah, tapi bagaimana Anda memandang masalah tersebut.

Kedua, orang optimis memandang kesulitan secara apa adanya, sedangkan orang pesimis memandangnya berkaitan dengan masalah lain dalam kehidupannya. Jika orang optimis mendapatkan kesulitan, ia tidak akan menghubung-hubungkannya dengan shio atau rasi bintang kelahirannya, kesalahannya di masa lalu ataupun kekurangan lain yang ia miliki.

Ketiga, orang optimis akan menganggap suatu kejadian sebagai hal yang tidak berhubungan dengan pribadinya, sedangkan pesimis menganggap suatu kejadian secara pribadi dan menyalahkan dirinya sendiri. Misalnya, suatu ketika ada rekan kerja yang berkata kasar dan menyakiti perasaannya, maka ia tidak akan terlalu menanggapi hinaan dan celaan itu ke dalam hatinya. Ia akan berkata pada dirinya, “Mungkin di rumah ia sedang bertengkar dengan istrinya sehingga marahnya terbawa sampai ke kantor.”
Orang pesimis sebaliknya, ia akan merasa sedih diperlakukan tidak baik dan akhirnya mendramatisir masalah sehingga ia menjadi orang yang menutup diri dan emosional.
Salah satu tanda kedewasaan seseorang adalah kemampuannya untuk berpikir objektif dan tidak emosional saat menghadapi kesulitan yang tidak bisa dihindarkan sehari-hari. Ia bisa mampu berbicara dan menenangkan dirinya dengan kata-kata positif dan optimis. Kepribadiannya membuat ia tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menghadapi berbagai kejadian. Ia dapat mengendalikan dirinya sehingga jarang sekali marah, sedih atau bingung.

Action Point
Sekarang, Anda bisa mempraktekkan tiga hal ini dalam kehidupan Anda untuk tetap mejadi orang yang optimis.
Pertama, ingatkan diri Anda berulang kali bahwa masalah hanya bersifat sementara, badai pasti berlalu, habis gelap terbitlah terang, dan bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Kedua, lihatlah masalah apa adanya, jangan mendramatisir masalah yang Anda hadapi.
Ketiga, jika masalah muncul, biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, jangan salahkan diri Anda. Tetaplah tersenyum, karena kesabaran Anda sedang diuji.

Advertisements

5 responses to “Jadilah Orang yang Optimis!

  1. ibnu November 18, 2010 at 8:35 am

    Optimist is mine! jangan takut dengan apa yang mereka katakan, kalo niat kita baik teruslah berjuang, anjing menggonggong kafilah berlalu

  2. akhrama November 18, 2010 at 9:12 am

    Sepakat mas..
    thanks telah meninggalkan komen 🙂

  3. orange float November 18, 2010 at 9:30 am

    iya, akan terus belajar dan berusaha tuk selalu optimis… 🙂

  4. makhluklemah November 21, 2010 at 4:31 am

    menambahkan mas.. jika sedang manghadapi masalah, anggap saya itu hanya masalah yang kecil…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: