Mau Disayang Allah? Ini Caranya…

Beberapa hari yang lalu, saya mengajak anak-anak pengajian untuk menghafal hadits. Untuk permulaan, tentu saja haditsnya yang pendek-pendek saja, hanya matan (isi) nya saja, yaitu:

Man Laa Yarham Laa Yurham

yang bisa diartikan, “Siapa yang tidak menyayangi, tidak disayangi.”

Sangat mudah sekali menghafalnya, tidak ada di antara mereka yang tidak hafal.

Man = siapa

Laa   = tidak

Yarham= menyayangi

Yurham= disayangi

Untuk kata man yang berarti siapa, mereka sudah sering mendengar (entah darimana, mungkin dari guru sekolah mereka) kalimat  man Robbuka? yang berarti Siapa Tuhanmu? sehingga dengan mudahnya mereka mengetahui bahwa arti-nya man adalah siapa.

Untuk kata laa yang berarti tidak, mereka sudah hafal syahadat Laa ilaaha illaa Allah.. Tidak ada Tuhan selain Allah.

Kata yarham, sering kita pergunakan untuk menjawab orang bersin yang mengucapkan alhamdulillah…

yarhamukallah, semoga Allah menyayangi kamu, sehingga yarham itu sendiri berarti menyayangi. Sedangkan yurham tidak jauh berbeda dengan yarham, hanya di awalnya saja yang berbeda, kalau depannya fathah menjadi ya, berarti me-, kalau depannya dhommah menjadi yu, berarti di-… Mudah bukan?

Tadabbur Hadits

Hadits ini mengajarkan kita tentang sifat Allah, yaitu Ar Rahman Ar Rahiim, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rahmat atau kasih sayang Allah itu sungguh dekat dengan orang-orang yang baik. Apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup ini? Untuk apa kita beribadah, berbuat baik dan suka menolong sesama?

Jawabannya adalah karena Allah, mencari ridha Allah, mencari kasih sayang Allah. Maka, Rasulullah saw menerangkan pada kita salah satu kunci agar disayang Allah, yaitu dengan menyayangi makhluk Allah yang lain. Kita harus memiliki sifat penyayang,  karena Allah adalah Dzat yang Maha Penyayang, maka Allah tidak akan menyayangi kecuali orang yang penyayang.

Menyayangi yang lebih kecil dari kita, menyayangi yang lebih lemah, lebih miskin, orang-orang yang memang memerlukan uluran tangan kita. Semua dimulai dari hati kita, tatkala melihat orang yang kesusahan, apa yang ada dalam benak kita? Sedihkah kita melihat penderitaan mereka, atau cuek dan masa bodoh?

Belum lama ini banyak bencana yang terjadi di Indonesia, banyak siaran televisi yang meliput penderitaan korban bencana. Apa yang terbersit dalam benak kita melihat mereka? Timbulkah empati kita? Iba kah kita terhadap mereka? Ataukah kita malah berkata, “Itu resiko hidup di pantai, resiko hidup dekat gunung berapi?”

Mari kita latih kepekaan kita, rasa sayang kita terhadap sesama, karena dengan rasa sayang yang ada dalam hati kita, semoga Allah juga akan menyayangi kita. Siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi..

Advertisements

6 responses to “Mau Disayang Allah? Ini Caranya…

  1. kangmas ian November 16, 2010 at 2:31 am

    menghafal hadits kalao disampaikan dengan cara yang asik akan jadi terlihat mudah 🙂

  2. Blognya anak padmanaba November 19, 2010 at 6:31 am

    halo mas, jumpa lagi ni hehehe. aduh di sayang tuhan, nile agamaku aja jelek terus mas, hehe

  3. akhrama November 19, 2010 at 6:42 am

    Untungnya Allah tidak menilai nilai ulangan agama di sekolah, Allah hanya menilai perbuatan2 kita, ada 2 yang dinilai:
    1.Ikhlas
    2.Mengikuti Rasul

  4. Fajar January 27, 2012 at 10:51 pm

    Barakallaahu fiek 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: