Jakarta, ibukota Indonesia ini cukup terkenal dengan kondisi jalan rayanya yang macet. Hampir tiap pagi dan sore di jam orang-orang beraktivitas pergi dan pulang pasti macet. Jalan yang saya lalui yang berpotensi macet adalah sepanjang jalan dari depan Universitas Pancasila sampai stasiun Lenteng Agung. Itu jam berangkat ke kantor.
Termasuk juga jalan di COndet, kalau saya perhatikan gara-gara banyak sekolah Internasional yang diantar pake mobil… Jika Sore hari, kemacetan biasanya terjadi sepanjang jalan… hehehe. Mungkin cuma perasaan saja kalau pulang itu lebih lama dari berangkatnya.
Tapi ada yang beda hari ini, jalanan begitu lancar. Meskipun masih ramai, tapi bisa dibilang lancar. Dan saya yakin ini akan berlanjut esok hari. Mengapa begitu?
Karena kemarin anak-anak sekolah baru saja terima raport dan sekarang waktunya liburan. Artinya, mereka tidak akan memadati jalanan di pagi hari. Akhirnya, jalanan akan terasa lebih sepi tanpa anak sekolah.
Lalu, bolehkah kalau saya mengambil kesimpulan bahwa penyebab macet di Jakarta adalah………………………
Hehehe…
Just kidding
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.
Salam akhrama
Oalah jangan githuu dong….
tantangan nih buat warga Jakarta buat solusi yakkk…
just kidding kok..
hehehe
jakarta macet disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang berlalu lalang yang disebabkan oleh banyaknya orang yang kerja di jakarta yang disebabkan oleh pembangunan yang terlalu terpusat di jakarta yang disebabkan oleh au ah gelap!
kesimpulannya gak matching nih sama prolognya
kemacetan harus segera diatasi
Jangan salahkan anak2…

Salahkanlah sekolah yang gak punya tempat parkir memadai, dan salahkanlah pemerintah yang gagal menyediakan angkutan umum memadai bagi warganya. Seandainya ada angkutan umum yang bagus dan nyaman, orang juga males untuk pake mobil.
————————————————————————
hehehe…
cuma becanda doank kok,
tapi yang jelas jarak rumah ke kantor bisa saya tempuh kurang dari satu jam
padahal biasanya (dengan macet) satu seperempat sampai satu setengah jam
kira-kira…
itu gara2 hari libur sekolah, jadi seneng aja kalo perjalanan lancar dan bebas macet
menurut saya, perlu juga dipikir ulang sikap para orang tua yang mungkin terlalu “sayang” dengan anaknya ketika mengantar ke sekolah:
1. Perlukah satu anak diantar satu mobil??
2. Perlukah anak diantar sampai dengan depan kelas, padahal kendaraan pengantar keluar masuk sekolah itu yang biasa membuat trafic semakin padat…
3. Tidak cukupkah, anak diantar sampai depan gerbang kemudian pengantar langsung jalan terus?
4. Tidak cukupkah, anak diantar sampai pertigaan 100 meter sebelum sekolah yang disana dah ada security stand by?
Bukankah ini sekaligus pelajaran moral yang baik bagi anak, apa jadinya klo kita terus memanjakan anak dengan mengabaikan kenyamanan orang lain???
_*Backpacker ala Imam Bukhari*_ di http://maknasahabat.wordpress.com